10 Startup Asia Tenggara dengan Permodalan Paling besar di Kuartal I 2020

Posted on

Perusahaan yang begerak di bagian analisa industri startup, CB Insights, belakangan ini meluncurkan daftar 10 startup Asia Tenggara yang mendapatkan permodalan paling besar selama kuartal pertama tahun 2020.

Startup pionir service transportasi online di Indonesia, Gojek, sukses tempati rangking paling atas untuk startup Asia Tenggara yang mendapatkan permodalan paling besar selama kuartal pertama 2020.

Gojek menaklukkan kompetitor intinya di usaha transportasi online, yaitu Grab, yang menempati di rangking ke-2. Ke-2 startup itu unggul jauh dari beberapa kompetitornya dengan keseluruhan permodalan yang jika kedua-duanya dipadukan sampai 2.056 juta Dolar AS.

10 Startup Asia Tenggara dengan Permodalan Paling besar di Kuartal I 2020

10. Anymind (26, 4 juta Dollar AS)

AnyMind Grup adalah startup penyuplai jalan keluar kecerdasan bikinan untuk industri advertensi, influencer pemasaran, serta sdm (HR) yang berpusat di Singapura, memberitahukan penutupan Seri B Plus-nya sebesar US$8 juta atau seputar Rp112, 3 miliar. Dana itu akan dipakai untuk ekspansi usaha perseroan di Asia Pasifik terutamanya Thailand, Indonesia, Vietnam, Filipina serta Malaysia.

9. Doctor Anywhere (27, 00 juta Dollar AS)

Doctor Anywhere, ialah startup tehnologi kesehatan yang berbasiskan di Singapura. Mereka kumpulkan US $ 27 juta dalam permodalan seri B untuk memberikan dukungan gagasan ekspansi internasionalnya. Doctor Anywhere dibangun di tahun 2016 oleh Lim Wai Mun untuk basis digital yang memberi akses di antara pemakai dengan penyuplai service kesehatan atau dokter pakar. Startup ini mendatangkan basis e-commerce namanya DA Marketplace yang jual beberapa produk kesehatan

8. Grab Wheels (30, 00 juta Dollar AS)

GrabWheels ialah service di aplikasi Grab yang memberikanmu akses ke model mobilitas pribadi (e-Scooter) di Indonesia. GrabWheels jadi trend transportasi baru untuk pergi ke kantor, universitas, atau berjalan-jalan hebat sekalian nikmati udara fresh.

7. ShopBack (30, 00 juta Dollar AS)

Dibangun di tahun 2014, ShopBack ialah startup portal e-commerce dari Singapura yang manfaatkan program komisi cashback. Ini sangat mungkin konsumen online untuk ambil kembali lagi beberapa uang mereka saat beli satu produk di e-commerce. Kecuali cashback, ShopBack memberi promosi, coupon potongan harga serta code voucer untuk berbelanja online. Sekarang ShopBack sudah merambah 5 negara (Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, serta India).

6. Lightnet (31, 2 juta Dollar AS)

Lightnet ialah perusahaan tehnologi keuangan (fintech) yang berkantor pusat di Bangkok. Lightnet, sudah mengantongi putaran permodalan Seri A sebesar US $ 31, 2 juta. Dengan manfaatkan kemampuan kombinasi dari tehnologi blockchain, wacana pasar lokal, kemitraan Pan-Asia serta ekosistem miliknya, Lightnet tawarkan beberapa service keuangan yang efektif.

5. Pharmacity (31, 8 juta Dollar AS)

Pharmacity ialah ritel farmasi paling besar di Vietnam lebih dari 280 toko di Kota Ho Chi Minh, Can Tho, Binh Duong, Vung Tahu, Hanoi, Dong Nai serta Danang (per Maret 2020), dan merencanakan untuk meningkatkan 1.000 toko di semua 63 propinsi di akhir 2021. Pharmacity jual beberapa obat tradisionil serta Barat Vietnam, dan produk kecantikan serta vitamin yang mengambil sumber langsung dari distributor serta produsen sah.

4. Sieu Viet (34, 0 juta Dollar AS)

Sieu Viet ialah perusahaan rekrutmen online berbasiskan di kota Ho Chi Minh, Vietnam, yang telah berdiri semenjak tahun 2004. Sieu Viet memperoleh permodalan 34 juta Dollar AS dari perusahaan ekuitas swasta yang berkantor pusat di Singapura, Affirma Capital, untuk pembiayaan gagasan ekspansi. Sieu Viet menjalankan empat portal pekerjaan di Vietnam yaitu TimViecNhanh.com, ViecLam24H.vn, ViecTotNhat.com, serta MyWork.com.vn.

3. Elara Technologies (70, 0 juta Dollar AS)

Elara Technologies ialah satu perusahaan service penjualan serta transaksi real estate digital yang berbasiskan di Singapura serta dibangun oleh Dhruv Agarwala. Elara Technologies yang dibantu oleh investor besar seperti SoftBank, Accel, serta SAIF Partners, menjalankan tiga buah portal yaitu PropTiger, Makaan serta Housing.com.

2. Grab (856, 0 juta Dollar AS)

Grab adalah salah satunya basis service on permintaan yang bertempat di Singapura. Bermula dari service transportasi, perusahaan itu sekarang sudah memiliki service lain seperti pengantaran makanan serta pembayaran yang dapat dibuka melalui aplikasi mobile. Sekarang, Grab sudah bekerja di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, serta Kamboja. Grab adalah startup “decacorn” (panggilan untuk startup yang mempunyai valuasi perusahaan sebesar US$10 miliar) pertama di Asia Tenggara.

1. Gojek (1, 200, 0 juta Dollar AS)

Gojek ialah pionir service transportasi online di Indonesia yang layani angkutan lewat layanan ojek. Perusahaan ini dibangun di tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Sekarang, Gojek sudah ada di 50 kota di Indonesia dan sudah merambah ke negara tetangga yaitu Thailand, Vietnam serta Singapura. Kecuali service transportasi, Gojek memiliki service pembayaran digital yang namanya Gopay.

Dengan besarnya jumlah permodalan itu, dapat dibuktikan jika startup berbasiskan tehnologi di Asia Tenggara, mulai menarik ketertarikan banyak investor untuk lakukan permodalan. Kesempatan startup tehnologi di Asia Tenggara untuk selalu berkembang serta bertumbuh masih besar sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *