5 Perintah Jokowi, Fokus 3 T hingga Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali lagi mulai bicara berkaitan perubahan masalah penyebaran virus Corona di Indonesia di pertemuan terbatas perlakuan Covid-19 yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

5 Perintah Jokowi, Fokus 3 T hingga Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Posted on

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali lagi mulai bicara berkaitan perubahan masalah penyebaran virus Corona di Indonesia di pertemuan terbatas perlakuan Covid-19 yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

Jokowi menyorot masalah positif virus Corona Covid-19 di Tanah Air yang makin bertambah relevan dalam beberapa waktu paling akhir.

Ia juga minta korps-nya untuk konsentrasi lakukan testing, tracing, serta treatment untuk mendesak jumlah masalah Corona Covid-19 di beberapa wilayah.

“Masih pada concern kita untuk memasifkan 3T, testing, tracing, serta treatment dengan prioritas spesial testing, tracing, serta treatment ini di delapan propinsi, yakni (salah satunya) Jawa timur, DKI Jakarta, Jawa barat, Sulsel, Jateng, Sumut, serta Papua,” tutur Jokowi.

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini minta supaya dilaksanakan pengaturan mobilitas masyarakat di tepian serta perjalanan transportasi lintas daerah.

Serta, Jokowi merencanakan memberi sangsi buat warga yang menyalahi prosedur kesehatan virus Corona Covid-19. Karena, Jokowi memandang tingkat kedisiplinan warga pada prosedur kesehatan masih rendah.

Berikut 5 pengakuan terbaru Jokowi berkaitan perubahan perlakuan virus Corona Covid-19 di Indonesia

Konsentrasi Lakukan 3T di 8 Propinsi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyorot masalah positif virus Corona Covid-19 di Tanah Air yang makin bertambah relevan dalam beberapa waktu paling akhir.

Jokowi minta korps-nya untuk konsentrasi lakukan testing, tracing, serta treatment untuk mendesak jumlah masalah Covid-19 di beberapa wilayah.

Ini dikatakan Jokowi di pertemuan terbatas berkaitan perlakuan Covid-19 yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020). Ada delapan propinsi yang mendapatkan perhatian spesial dari Jokowi.

“Masih pada concern kita untuk memasifkan 3T, testing, tracing, serta treatment dengan prioritas spesial testing, tracing, serta treatment ini di delapan propinsi, yakni (salah satunya) Jawa timur, DKI Jakarta, Jawa barat, Sulsel, Jateng, Sumut, serta Papua,” tutur Jokowi.

Jokowi minta supaya tes berkaitan virus Corona lewat cara polymerase chain reaction (PCR) makin dinaikkan.

Triknya, katanya, dengan perbanyak jumlah laboratorium di beberapa daerah dan mobile lab PCR.

“Sasaran yang kita harap, sasaran yang saya berikan dapat terwujud yakni 30 ribu,” jelas Jokowi.

Peringatkan Jakarta

Jokowi minta beberapa menterinya untuk konsentrasi menyorot peningkatan masalah virus corona Covid-19 di tanah air, diantaranya DKI Jakarta.

Menurutnya, angka positivity rate corona di DKI Jakarta sekarang naik mencolok sampai 2x lipat.

“Di Jakarta, laporan paling akhir yang saya terima angka positivity rate-nya naik dari 4 sampai 5 saat ini telah 10 1/2 %. Tolong benar-benar dibuat perhatian,” kata Jokowi.

Jokowi sendiri sudah minta menterinya untuk konsentrasi mendesak kenaikan masalah corona di beberapa wilayah.

Ada 8 propinsi yang diharap Jokowi supaya diberi priorotas spesial diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, serta Papua.

Kontrol Transportasi Lintas Daerah

Jokowi minta supaya dilaksanakan pengaturan mobilitas masyarakat di tepian serta perjalanan transportasi lintas daerah.

“Pengaturan daerah tepian serta perjalanan dan transportasi lintas daerah, ini benar-benar kita harus menjadi kan perhatian lagi,” tutur Jokowi.

Hal itu dipandang perlu dilaksanakan untuk menahan penebaran virus Corona. Jokowi lihat, masalah positif Corona di luar negeri belakangan ini bertambah.

“Sebab imported kasus di luar negeri kita melihat bertambah,” sebut ia.

Masifkan Disiplin Prosedur Kesehatan

Jokowi minta barisan menterinya untuk memasifkan pergerakan disiplin prosedur kesehatan. Ini dikatakan Jokowi karena masalah virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air terus naik sehari-harinya.

“Memasifkan kembali lagi pergerakan nasional disiplin pada prosedur kesehatan, tentang menjaga jarak, pemakaian masker, bersihkan tangan,” kata Jokowi.

Menurutnya, ada banyak warga yang tidak disiplin memakai masker serta mengaplikasikan prosedur kesehatan.

Jokowi menyebutkan hal itu nampak dari survey yang dilaksanakan pemerintah propinsi Jawa Timur.

“Dari survey yang kita melihat contohnya, saya memperoleh laporan waktu ke Jawa Timur, survey mereka di Jawa timur itu 70 % warga tidak memakai masker,” jelas Jokowi.

Sediakan Sangsi Pelanggar Prosedur Kesehatan

Jokowi merencanakan memberi sangsi buat warga yang menyalahi prosedur kesehatan virus Corona atau Covid-19. Karena, Jokowi memandang tingkat kedisiplinan warga pada prosedur kesehatan masih rendah.

“Barusan Presiden memberikan instruksi peluang akan diperjelas selain publikasi serta edukasi, ada sangsi untuk pelanggaran atas prosedur kesehatan,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy selesai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, fundamen hukum atas sangsi tegas itu nanti akan diulas lebih lanjut oleh kementerian/instansi berkaitan.

Muhadjir menerangkan, sangsi tegas itu dibikin sebab anjuran serta publikasi belum bisa membuat warga taat pada prosedur kesehatan Covid-19.

“Pokoknya Presiden lihat anjuran publikasi, dilihat belum cukup tanpa sangsi yang tegas pada pelanggaran. Khususnya yang menyalahi prosedur kesehatan,” katanya.

Karena itu, ia minta warga pahami gagasan pemerintah itu untuk mendesak penebaran virus Corona. Ditambah, masalah Covd-19 di Indonesia naik relevan beberapa waktu paling akhir.

“Minta warga pahami jika apakah yang dikatakan Presiden, mengisyaratkan jika begitu benar-benar tingginya risiko yang masih tetap ditemui Indonesia pada Covid-19,” tutur Muhadjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *