Grab Menawarkan Karyawannya Mengambil Cuti Tanpa ada Dibayar di Singapura

Posted on
Reception area in Grab’s R&D Centre at Marina One, taken during the first time Grab is opened its new R&D centre for the media visit on March 8, 2018. Photo: Koh Mui Fong/TODAY

Perusahaan transportasi on permintaan Grab mengatakan sudah memberi penawaran pada karyawan mereka untuk ambil cuti tanpa ada dibayar sampai kurangi waktu kerja karena perusahaan tengah terpukul efek epidemi virus corona (Covid-19).

Dalam info tercatatnya yang diambil dari Techinasia, Jumat (1/5/2020), perusahaan yang berbasiskan di Singapura itu mengatakan cara barusan untuk memperhitungkan efek periode panjang dari epidemi dan krisis ekonomi yang ikuti.

“Ada beberapa ketidaktetapan tentang berapa dalam serta waktu dari epidemi ini serta kami tdak tahu akan berapakah lama krisis ekonomi akan berlangsung. Kami ambil langkah aktif untuk mengirit kas serta mserta masih dapat mengurus karyawan kami, ” tutur salah satunya decacorn itu.

Grab menjelaskan, sudah buka pilihan untuk semua team dengan kemampuan berlebihan. Karyawan bisa ambil beberapa pilihan itu dengan cara suka-rela.

Head of Transport Grab Singapura Andrew Chan menjelaskan dalam satu surat, perusahaan kemungkinan tidak lagi memberikan suport finansial penambahan pada pengemudi bila pemerintah ditempat putuskan untuk perpanjang limitasi semakin dari 1 Juni.

Awalnya, Grab mengatakan akan menggulirkan 40 juta dollar AS untuk memberi kelonggaran finansial pada partner pengemudi serta merchant yang terpengaruh epidemi.

“Tidak ada yag sempat tahu kapan keadaan ini akan usai, tetapi kami menyiapkan untuk langkah periode panjang sekaligus juga susah, ” tutur Chan.

“Bersamaan dengan terus turunnya penghasilan kami, beberapa pimpinan Grab sudah ambil langkah pemotongan upah sampai 20 %, serta karyawan Grab sudah didorong untuk ambil unpaid leave dengan cara suka-rela, ” jelas ia.

Berdasar hasil survey dari perusahaan asuransi Aon, sekitar 21 % perusahaan di Singapura sudah memperhitungkan untuk minta karyawannya ambil cuti tanpa ada di bayar baik dengan cara suka-rela atau tidak.

Awalnya, CEO sekaligus juga pendiri Grab Anthony Tan pernah menjelaskan perusahaan akan memutuskan susah bila lihat efek epidemi pada usaha perusahaan.

Ia menjelaskan, Grab sudah hadapi pengurangan penghasilan yang tajam di sejumlah kota serta negara yang mengaplikasikan limitasi kesibukan dengan cara masif.

Di Singapura sendiri, pemerintah ditempat sudah minta warga untuk melakukan aktivitas di dalam rumah sebanyak-banyaknya sampai 1 Juni tahun ini. Kebijaksanaan itu larang beberapa kesibukan di luar rumah terkecuali beli keperluan fundamen seperti makanan dan utuk penuhi keperluan kesehatan genting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *