Polisi Dalami Keterlibatan Keluarga dalam Pelarian Pembobol BNI Maria Lumowa
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan sampaikan, penyidik tengah memahami keterkaitan keluarga terduga pembobolan BNI Maria Pauline Lumowa. Penyidik memahami keterkaitan keluarga atas palarian Maria semasa 17 tahun ini.

Polisi Dalami Keterlibatan Keluarga dalam Pelarian Pembobol BNI Maria Lumowa

Posted on

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan sampaikan. Penyidik tengah memahami keterkaitan keluarga terduga pembobolan BNI Maria Pauline Lumowa. Penyidik memahami keterkaitan keluarga atas palarian Maria semasa 17 tahun ini.

“Ini dalam penegembangan dalam kontrol,” papar Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2020).

Ia menyebutkan, faksinya akan kerja karieronal dalam menginvestigasi siapa juga yang mempunyai peran dalam pelarian Maria Pauline Lumowa.

“Jika dalam kontrol ada terduga akan dikatakan,” kata Ahmad.

Terduga masalah pembobolan kas BNI sejumlah Rp 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa. Sudah menunjuk pengacara yang ada pada daftar pilihan Kedutaan Besar Belanda. Proses hukum juga segera diteruskan penyidik.

“Pada Minggu 20 Juli 2020, MPL sudah menunjuk pengacara dari daftar yang waktu lalu diserahkan Kedubes Belanda serta sudah dilaksanakan tanda-tangan kontrak,” papar Karo Penmas Seksi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin 20 Juli 2020.

Menurut Awi, penyidik sekarang tinggal menanti pengacara yang dipilih itu untuk pelajari kasus yang menangkap Maria Lumowa.

Kedutaan Belanda Tidak Dampingi

Awalnya, pihak Kedutaan Besar Belanda mengatakan tidak mengikuti terduga Maria Pauline Lumowa. Dalam kontrol masalah pembobolan kas Bank BNI sejumlah Rp 1,2 triliun.

Akan tetapi, Kedubes Belanda mempersiapkan beberapa nama pengacara untuk diambil mengikuti Maria semasa kontrol di Bareskrim Polri.

Pada masalah ini, penyidik Bareskrim sudah mengecek sekitar 14 saksi.

“14 saksi telah dicheck, termasuk juga saksi yang sedang jalani hukuman, yang telah bebas dan pihak BNI 46,” sebut Awi.

Penyidik sudah mengambil alih beberapa aset punya terduga Maria Pauline Lumowa sejumlah Rp 132 miliar. Penelusuran serta penyitaan asset dilaksanakan semasa Maria kabur ke luar negeri.

Kedaluarsa Oktober 2021 serta Perjalanan Masalahnya

Penyidik berupaya mengatasi serta menyelesaikan masalah ini selekasnya mengingat kasus itu akan dipastikan lewat waktu pada Oktober 2021.

Dalam masalah pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru melalui Letter of Kredit (L/C) fiktif, polisi memutuskan 16 orang untuk terduga termasuk juga Maria Pauline Lumowa serta Adrian Waworuntu.

Pada periode Oktober 2002 sampai Juli 2003, Bank BNI mengucurkan utang sejumlah Rp 1,2 triliun pada PT Gramarindo Grup yang dipunyai Maria Pauline Lumowa serta Adrian Waworuntu.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang berprasangka buruk dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Grup mulai lakukan penyidikan serta merasakan perusahaan itu tidak pernah lakukan export.

Sangkaan L/C fiktif ini selanjutnya disampaikan ke Mabes Polri, tetapi Maria Pauline Lumowa telah lebih dulu terbang ke Singapura pada September 2003 atau satu bulan sebelum diputuskan untuk terduga oleh team spesial yang dibuat Mabes Polri.

Pada masalah ini, Adrian serta 14 orang yang lain sudah jalani hukuman. Sesaat Maria Pauline kabur ke luar negeri semasa 17 tahun. Ia pada akhirnya sukses diesktradisi dari Serbia pada 9 Juli 2020 kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *