Titik Terang Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo
Misteri kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo sedikit mendapatkan titik jelas sesudah polisi sukses mengenali sidik jemari pada pisau yang ketinggalan di lokasi insiden. Penyidik Polda Metro Jaya juga segera sampaikan hasil investigasinya.

Titik Terang Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo

Posted on

Misteri kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo sedikit mendapatkan titik jelas sesudah polisi sukses mengenali sidik jemari pada pisau yang ketinggalan di lokasi insiden. Penyidik Polda Metro Jaya juga segera sampaikan hasil investigasinya.

“Dalam tempo dekat kita akan berikan keseluruhnya hasil penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di kantornya, Jakarta.

Walau demikian, Tubagus mengaku sampai sekarang ini polisi belum sukses ungkap siapakah pembunuh Yodi Prabowo. Ia belum dapat mengaitkan peluang kematian editor Metro TV itu karena bunuh diri.

“Aktor belum bertemu, tetapi saya tidak ambil simpulan itu bunuh diri, saat ini. Karena itu kelak dalam tempo dekat, satu 2 hari ini saya akan informasikan hasil penyidikan dari semua bagian. Agar tidak mengulang-ulang bukti yang kita peroleh,” tuturnya.

Polda Metro Jaya

Satu hari selanjutnya, Pimpinan redaksi (Pemred) Metro TV, Arief Suditomo mendadak mengunjungi Tempat Polda Metro Jaya. Ini adalah pertama kali Arief menginjakkan kakinya ke Polda Metro semenjak masalah kematian karyawannya diatasi polisi.

Arief akui dipanggil penyidik Direktorat Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya untuk mengulas perubahan penyelidikan masalah kematian Yodi Prabowo. Arief menyaratkan, penyidik mendapatkan titik jelas misteri kematian editor Metro TV itu.

“Kami memberi dukungan pada Polda Metro Jaya. Barusan mereka katakan ada perkembangan (perkembangan). Tetapi kami tidak memperoleh detilnya,” kata Arief di Tempat Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020).

Tetapi Arief tidak memaparkan materi perbincangannya dengan petinggi di Polda Metro Jaya dalam tatap muka tertutup itu. Ia berkelit tidak ingin menyusul kepolisian untuk sampaikan hasil penyidikan masalah kematian Yodi Prabowo.

Menurutnya, yang berkuasa sampaikan hasil penyelidikan kematian karyawannya ialah penyidik Polda Metro Jaya. “Saya belum dapat launching apa-apa. Kami berikan semua sama Polda Metro Jaya,” tutur Arief.

Arief juga mengharap, polisi segera menyelesaikan investigasinya. Ia menjelaskan, hasil penyidikan masalah kematian Yodi Prabowo benar-benar ditunggu oleh warga, tidak kecuali beberapa pegawai di Metro TV yang disebut rekanan kerja korban.

“Sampai sekarang ini memang belumlah ada simpulan yang mereka beri pada kami. Kemungkinan dalam tempo dekat mereka akan launching, tetapi dalam ini tempat kami sama yakni ingin segera pihak Polda Metro Jaya menyelesaikan masalahnya,” tutur ia.

Sidik Jemari di Pisau

Teka teki kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo sedikit terlewati. Polisi sukses mengenali sidik jemari serta DNA pada tanda bukti berbentuk pisau dapur yang diketemukan di bawah jasad Yodi Prabowo.

“Sidik jemari yang diketemukan ialah sidik jemari korban dan DNA korban sendiri,” kata Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Meskipun begitu, Yusri mengatakan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta team laboratorium forensik Polri terus mengecek semua alat bukti yang ada untuk secepat-cepatnya menyingkap masalah kematian itu.

“Ini masih hasil sesaat. Kita masih memahami, oleh team Labfor terus lakukan pendalaman. Semoga secepat-cepatnya akan kita berikan,” katanya.

Yusri menjelaskan, pisau diketemukan di bawah jasad korban. Berdasarkan penjelasan saksi, jasad korban waktu diketemukan dalam tempat telungkup dengan pisau yang ada di bawahnya. Tetapi pisau itu tidak menancap di badan korban.

“Di saat itu situasi korban berdasarkan penjelasan saksi diawalnya dalam (situasi) telungkup, di bawahnya ada pisau waktu itu,” kata Yusri.

Selain itu Yusri menjelaskan, faksinya sudah menyortir info 34 saksi yang sudah dicheck. Hasil dari singkronisasi dengan penemuan di atas lapangan, ada saksi yang kemungkinan dicheck kembali lagi.

“Ada yang dapat jadi saksi kunci di sini,” katanya.

Disamping itu, team dokter forensik yang lakukan autopsi jasad Yodi Prabowo mengatakan tidak ada cedera yang disebabkan pukulan benda tumpul. Yusri menyebutkan, cedera yang diketemukan hanya tusukan benda tajam dan irisan.

“Ini yang menyebabkan korban wafat,” tutur ia.

Walau demikian, Yusri memandang, begitu awal mengaitkan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri. “Belum dapat diambil kesimpulan kesana,” sebut ia.

Urutan Penemuan Jasad Yodi Prabowo

Editor Metro TV, Yodi Prabowo diketemukan meninggal di tepi Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat 10 Juli 2020. Yodi pernah dipastikan hilang oleh keluarganya semenjak Selasa 7 Juli 2020.

Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Fajrul Choir menjelaskan, jasad Yodi Prabowo pertama-tama diketemukan oleh 3 orang anak. Mereka lalu memberikan laporan penemuan jasad itu pada ketua RT ditempat serta dilanjutkan ke polisi.

Waktu diketemukan, mendiang Yodi Prabowo menggunakan jaket hijau, celana panjang hitam, serta masih kenakan helm. Jasad Yodi waktu itu dalam tempat telungkup.

“Dikasih tahu oleh tiga anak kecil yang bermain layangan pada jam 11.00 WIB,” kata Fajrul dalam info tercatat, Jumat 10 Juli 2020.

Polisi menyangka, Yodi Prabowo jadi korban pembunuhan. Ditambah lagi polisi tidak merasakan barang bernilai editor Metro TV itu yang hilang atau dicuri.

Hasil dari autopsi di RS Polri, tersingkap pemicu kematian Yodi Prabowo ialah cedera tusukan benda tajam dibagian leher.

Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad, polisi mendapatkan tanda bukti berbentuk sebilah pisau dapur. Sangkaan sesaat, pisau dapur itu yang dipakai untuk menghabisi nyawa Yodi Prabowo.

President Director Metro TV Don Bosco Selamun menjelaskan, Yodi Prabowo pernah masuk kantor 2 hari sebelum diketemukan wafat. Ia menyangka, kejadian ini berlangsung selesai Yodi kerja.

“Ia malah masuk kantor Senin serta Selasa. Peristiwanya sesudah Yodi pulang dari kantor malam harinya,” tutur ia.

Don Bosco juga minta aparat kepolisian menginvestigasi selesai pemicu kematian Yodi Prabowo.

“Kami meminta pihak kepolisian menginvestigasi selesai siapa aktor bila kematiannya dikarenakan oleh pembunuhan, penindasan, atau bentuk kekerasan yang lain,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *